E-Learning, Sebuah Solusi Cerdas

Sebagian besar tahu bahwa metode belajar e-learning bukan hal baru lagi bagi dunia pendidikan. Konsep tersebut telah lama dikembangkan namun sayangnya belum terlampau diterapkan secara optimal di Tanah Air.

Padahal sudah banyak institusi di berbagai negara yang telah membuktikan manfaat e-learning sebagai solusi cerdas bagi persoalan di dunia pendidikan dan pelatihan. E-learning di samping membuka kesempatan belajar bagi siapa saja yang membutuhkan juga memungkinkan penghematan biaya pendidikan yang signifikan tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi nonfinansial.

Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), hingga penghematan dari sisi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).

Penghematan biaya tersebut telah dibuktikan oleh sejumlah perusahaan besar yang menerapkan e-learning bagi para karyawannya. William Horton, penulis buku Designing Web-Based Training, telah mendata sejumlah perusahaan yang sudah menikmati manfaat pengurangan biaya setelah menerapkan e-learning.

Sejumlah perusahaan itu antara lain Buckman Laboratories yang berhasil mengurangi biaya pelatihan karyawan dari  2,4 juta dolar menjadi 400.000 dolar AS, Aetna yang berhasil menghemat tiga  juta dolar untuk melatih 3000 karyawan, Hewlett-Packard bisa memotong biaya pelatihan bagi 700 insinyur mereka untuk produk-produk chip yang selalu diperbaharui, dari tujuh  juta dolar menjadi 1,5 juta juta dolar, serta Cisco yang berhasil mengurangi biaya pelatihan per-karyawannya dari 1200 – 1800 dolar menjadi hanya 120 dolar per-orang.

Biaya nonfinansial yang bisa dihemat juga banyak, antara lain produktivitas bisa dipertahankan bahkan diperbaiki karena trainee tidak harus meninggalkan pekerjaan yang sedang pada posisi sibuk untuk mengikuti pelatihan. Dalam hal ini, jadwal pendidikan atau pelatihan dapat diatur dan disebar dalam satu minggu atau satu bulan. Selain itu, kompetensi juga dapat meningkat karena trainee senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, namun tetap dapat melakukan aktivitas rutinnya.

E-learning di satu sisi juga dinilai mampu meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara trainee dengan trainer. Bahkan apabila dirancang dengan baik, maka pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran. Hal ini terjadi baik antara trainee dengan trainer, antara sesama trainee, maupun antara trainee dengan materi training.

Sistem belajar e-learning juga memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja. Sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh trainee melalui internet, maka trainee dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas (assignment), dapat diserahkan kepada trainer begitu selesai dikerjakan.

Dari paragraf sebelumnya dikemukakan bahwa e-learning telah memberikan banyak terobosan dan manfaat bagi masyarakat, sehingga e-learning saat ini bukanlah sebuah produk baru yang harus dicoba, melainkan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh baik institusi pendidikan, pemerintah maupun perusahaan untuk selalu belajar dan tumbuh sehingga dapat terus berkompetisi secara global.

2018-03-23T06:50:48+00:00
WhatsApp chat