Halo Leaders, 

Kerja-kerja nyata pemerintahan jelas membutuhkan kualitas SDM yang mumpuni dan siap merespon perubahan, dalam gerak manajerial institusi yang berukuran besar. Kinerja pelayanan pemerintahan selevel kementerian, yang skalanya nasional, jelas memerlukan efisiensi dan efektivitas pelatihan SDM dalam ukuran masif.

Beberapa institusi Kementerian Republik Indonesia yang telah berinisiatif mengimplementasikan E-learning adalah sebagai berikut ini:

  1. e-sehat.org/ (Kementerian Kesehatan)
  2. https://klc.kemenkeu.go.id/tag/e-learning/ (Kementerian Keuangan)
  3. kemenperin.go.id/e-learning (Kementerian Perindustrian)
  4. menlhk.go.id/ (Kementerian Lingkungan Hidup)
  5. https://e-learning.kemenkumham.go.id/ (Kementerian Hukum dan HAM)
  6. https://elearning.kemsos.go.id/ (Kementerian Sosial)
  7. https://pusdiklat.ristekdikti.go.id/e-learning/ (Kementerian Ristek Dikti)
  8. pusdiklat.kemnaker.go.id/ (Kementerian Tenaga Kerja)
  9. https://ppsdm.atrbpn.go.id/ (Kementerian Agraria dan Tata Ruang)

Konsep pembelajaran E-learning sangat tepat untuk diterapkan demi peningkatan kualitas SDM di Kementerian. Penerapan E-learning memiliki keunggulan dan kelebihan yang bisa diperoleh:

  • Pengurangan Biaya (Efisiensi Biaya). E-learning dapat mengurangi biaya pelatihan, karena untuk mengadakan pelatihan SDM dalam jumlah besar, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya kelas, biaya untuk pelatih, biaya transportasi dan berbagai macam biaya lainnya.
  • Efektif, staf dapat belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang mestinya diselesaikan tepat waktu. Dan pembelajaran dapat dilakukan setelah target pekerjaannya diselesaikan.
  • Praktis dan fleksibel, dengan e-learning staf dapat belajar kapan saja dan dimana saja, selama staf dapat terhubung dengan internet.
  • Personalisasi, staf dapat belajar sesuai dengan kemampuannya, bila staf belum mengerti, maka ia dapat memperlambat penjelasan atau mengulang suatu pelajaran. Dan bila seorang staf dapat mengerti dengan cepat, maka ia dapat menyelesaikan pelajaran tersebut dengan segera.
  • Standarisasi kualitas pengajaran. Setiap pelatih cenderung memiliki cara mengajar, materi presentasi dan pengusaan materi yang berbeda sehingga kualitas pengajaran yang didapat pun tidak konsisten.
  • Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat karena pelajaran tersebut dapat diakses melalui internet.

LMS Learningsuite dari Pinteraktif mengakomodasi semua fitur yang diperlukan untuk mengoptimalkan instrumen e-learning, sesuai dengan kebutuhan institusi selevel Kementerian Republik Indonesia. LMS Learningsuite dari Pinteraktif juga menyediakan ruang diskusi untuk konsultasi dan pendalaman mengenai e-learning yang sesuai dengan budaya institusi, visi misi, dan operasi harian.

Referensi:

  1. http://www.bumn.go.id/ptpn10/berita/1212